IoT & Embedded Engineering
Merancang jalur sensor, aktuator, perangkat, komunikasi, dan telemetry untuk prototipe sistem terhubung.
- ESP32 & sensor integration
- MQTT / Mosquitto / Firebase
- RFID, relay, camera modules
Engineer sistem · IoT · AI integration
Saya Irsyad, mahasiswa Teknik Informatika yang merancang sistem IoT, backend platform, layanan real-time, dan integrasi AI untuk menyelesaikan masalah operasional secara terukur.
Tentang saya
Saya tertarik pada proyek yang menghubungkan perangkat, backend, data flow, antarmuka, dan AI menjadi satu solusi operasional yang jelas. Bagi saya, engineering bukan hanya membuat fitur selesai, tetapi memastikan sistem dapat dipahami, diamati, diuji, dan ditingkatkan.
Kapabilitas
Saya bekerja pada batas antara hardware, software, data, komunikasi real-time, dan AI—dengan fokus pada arsitektur yang dapat diuji serta dikembangkan.
Merancang jalur sensor, aktuator, perangkat, komunikasi, dan telemetry untuk prototipe sistem terhubung.
Membangun API dan antarmuka yang terstruktur, aman, responsif, serta mudah diobservasi.
Menghubungkan model AI, MCP, computer vision, dan agentic workflow ke sistem dengan tujuan operasional jelas.
01 / Project unggulan
1 projectSatu studi kasus utama yang menyatukan tenant, proses akademik, presensi RFID, data, keamanan, dan observability. Enam visual di samping memperlihatkan sudut berbeda dari sistem yang sama—bukan enam project terpisah.
Satu project dengan enam visual: operasi akademik, RFID, tenant, data, observability, dan arsitektur sistem.
10 — The details
Pengalaman & pendidikan
Teknik Informatika · Fokus IoT, integrasi AI, dan software engineering.
Eksperimen sistem embedded, backend platform, deployment, dan agentic coding workflow.
Digitalisasi layanan peminjaman buku dan registrasi pengunjung terintegrasi.
IoT monitoring, platform akademik, voice AI, computer vision, dan otomasi perangkat.
08 / Proses engineering
Empat tahap kerja ditampilkan sebagai rangkaian editorial yang bergerak mengikuti scroll—masuk satu per satu, lalu menetap sebagai satu workflow utuh.
Memetakan aktor, workflow, bottleneck, data, risiko, dan hasil yang dibutuhkan.
Menyusun batas sistem, state, event, integrasi, dan jalur kegagalan.
Mengimplementasikan increment kecil dengan kontrak, test, dan dokumentasi.
Menilai performa, reliability, keamanan, error path, dan iterasi berikutnya.
Toolkit / workflow
Tool yang saya gunakan untuk merancang arsitektur, mengembangkan software, bereksperimen dengan embedded system, dan menjalankan workflow engineering berbantuan AI.
Sistem yang baik bukan hanya terlihat rapi di layar. Ia harus tetap jelas ketika gagal, mudah ditelusuri, dan realistis untuk dikembangkan.
FAQ
Ringkasan mengenai jenis proyek, tingkat kematangan, pilihan teknologi, dan cara saya bekerja.
Proyek yang menghubungkan software dengan proses operasional nyata: IoT, sistem akademik, layanan publik, monitoring, automation, dan integrasi AI dengan ukuran keberhasilan yang jelas.
Tidak. Status proyek ditandai secara eksplisit sebagai prototype, developed, explored, atau evolving. Saya menghindari klaim skala produksi yang belum memiliki bukti runtime.
Laravel kuat untuk domain bisnis dan API, ESP32 matang untuk prototyping perangkat terhubung, sedangkan FastAPI efektif untuk layanan Python, AI, dan integrasi asynchronous. Pilihan tetap mengikuti kebutuhan.
Dengan dokumentasi Markdown, kontrak API, request ID, test, verifier fail-closed, evidence path, dan struktur folder eksplisit agar coding agent bekerja berdasarkan bukti, bukan asumsi.
Ya. Terutama untuk peluang yang berkaitan dengan IoT, backend, full-stack systems, platform engineering, integrasi AI, dan otomasi proses.
Saya terbuka untuk diskusi mengenai proyek IoT, sistem terhubung, integrasi AI, platform web, dan peluang engineering lainnya.
Hubungi saya→